Agung, A. A. G. (2015). Pengembangan model wisata edukasi-ekonomi berbasis industri kreatif berwawasan kearifan lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2).
Bella, K. O. (2016). Pengembangan pariwisata berbasis budaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 di Kabupaten Sleman. Jurnal Kajian Hukum, 1(2), 133–158.
Bouzekraoui, H., Barakat, A., El Youssi, M., Touhami, F., Mouaddine, A., Hafid, A., & Zwoliński, Z. (2018). Mapping geosites as gateways to the geotourism management in central High-Atlas (Morocco). Quaestiones Geographicae, 37(1), 87–102. https://doi.org/10.2478/quageo-2018-0007
Bouzekraoui, H., Barakat, A., Touhami, F., Mouaddine, A., & El Youssi, M. (2018). Inventory and assessment of geomorphosites for geotourism development: A case study of Aït Bou Oulli valley (Central High-Atlas, Morocco). Area, 50(3), 331–343. https://doi.org/10.1111/area.12380
Darsiharjo, & Galihkusumah, A. H. (2014). Analisis rantai nilai industri kreatif di Desa Wisata Jelekong Kabupaten Bandung. Jurnal Manajemen Resort & Leisure, 14(1), 35–41.
Fitriana, E. (2018). Pengembangan Taman Wisata Kum Kum sebagai wisata edukasi di Kota Palangkaraya. Jurnal Pendidikan Geografi, 23(2).
Hermawan, H., Brahmanto, E., Priyanto, R., Musafa, & Suryana. (2018). Upaya mewujudkan wisata edukasi di Kampung Tulip Bandung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 53–62.
Hose, T. A. (2012). 3G’s for modern geotourism. Geoheritage, 4(1–2), 7–24. https://doi.org/10.1007/s12371-011-0052-y
Ifa, H., Yoga, D., Puspita, L., & Mazidah, U. (2019). Analisis sosial ekonomi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Tengger Gunung Bromo. Majalah Pembelajaran Geografi, 2(1), 169–175.
Imran, A. N. (2012). Identifikasi kapasitas komunitas lokal dalam pemanfaatan potensi ekowisata bagi pengembangan ekowisata di Kawah Cibuni. Journal of Regional and City Planning, 23(2), 85. https://doi.org/10.5614/jpwk.2012.23.2.1
Kemenpar. (2021). Desa Lamajang sebagai desa wisata andalan nasional. Jadesta Kemenparekraf. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/17233
Melumpi, M. H. (2018). Peran duta wisata Ongga Bale Kabupaten Poso dalam memajukan edukasi pariwisata di era globalisasi. https://doi.org/10.31227/osf.io/dsbaf
Migoń, P., & Pijet-Migoń, E. (2019). Natural disasters, geotourism, and geointerpretation. Geoheritage, 11(2), 629–640. https://doi.org/10.1007/s12371-018-0316-x
Priyanto, R., Syarifuddin, D., & Martina, S. (2018). Perancangan model wisata edukasi di objek wisata Kampung Tulip. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 32–38.
Purba, N. G. M., Siswanto, A., & Teddy, L. (2020). Adaptasi Kampung Cikondang Desa Lamajang Kabupaten Bandung terhadap daerah rawan bencana tanah longsor. Prosiding AVoER XII.
Rahmawati, R., Yahiji, K., & Rusli, M. (2019). Mopo’alati tradition in the coastal Muslim community at Molotabu beach Bone Bolango District. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 4(1), 65–79. https://doi.org/10.15575/jw.v4i1.4080
Sagala, S., Rosyidie, A., Sasongko, M. A., & Syahbid, M. M. (2018). Who gets the benefits of geopark establishment? A study of Batur Geopark Area, Bali Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 158(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/158/1/012034
Wahyudi, M., & Suryawardani, B. (2019). Pengaruh produk wisata dan Integrated Marketing Communication terhadap keputusan berkunjung pada wisatawan ke Desa Lamajang Pangalengan Kab. Bandung. E-Proceeding of Applied Science.