##navigation.skip##

Article

HomeVol. 22 No. 2 (2022): Jurnal AbmasPendampingan penyusunan media interpretasi seni budaya...

Pendampingan penyusunan media interpretasi seni budaya Desa Lamajang sebagai daya tarik wisata edukasi

Abstract

Problems and challenges in increasing the knowledge of partners who are ready to compete in serving tourists can be done through the interpretation of cultural arts. The purpose of this study is to determine the potential of cultural arts as a tourist attraction so that it can support the interpretation of media design. The study was carried out for six months in Lamajang Village with Pokdarwis Suryaloka as its partner. The activity approach uses the extension method in the form of knowledge transfer to partners and assistance. Primary data was obtained through observation, focus group discussions and interviews, while secondary data was obtained through several previous research documents, websites and policy documents. Descriptive qualitative data analysis became the method of analysis in this study. The results of the study found that the existence of intangible cultural heritage in Lamajang was a source for the design of the village life system of Lamajang. The four stages in the life system of Lamajang Village include the stages of birth, children, youth and adults. Each stage has a unique and meaningful artistic and cultural meaning for the people of Lamajang Village. The interpretation of the life system of Lamajang Village through visual media has the opportunity to provide education in addition to visiting tourists and the people of Lamajang Village.

 

Abstrak

Permasalahan dan tantangan dalam meningkatkan pengetahuan mitra yang siap untuk bersaing dalam melayani wisatawan dapat dilakukan melalui interpretasi seni budaya. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui potensi seni budaya sebagai daya tarik wisata sehingga dapat menunjang dalam perancangan media interpretasinya. Kajian dilakukan selama enam bulan di Desa Lamajang dengan Pokdarwis Suryaloka sebagai mitranya. Pendekatan kegiatan menggunakan metode penyuluhan berupa transfer ilmu pengetahuan kepada mitra dan pendampingan. Data primer didapatkan melalui observasi, focus group discussion, dan wawancara, sementara data sekunder didapatkan melalui beberapa dokumen penelitian terdahulu, situs web, dan dokumen kebijakan. Analisis data kualitatif deskriptif menjadi metode analisis pada kajian ini. Hasil kajian menemukan bahwa adanya warisan budaya takbenda di Lamajang menjadi sumber bagi rancangan tata kehidupan Desa Lamajang. Empat tahapan dalam tata kehidupan Desa Lamajang meliputi tahapan kelahiran, anak-anak, remaja, dan dewasa. Setiap tahapan memiliki makna seni dan budaya yang unik dan bermakna bagi masyarakat Desa Lamajang. Interpretasi tata kehidupan Desa Lamajang melalui media visual berpeluang memberikan edukasi selain bagi wisatawan yang berkunjung maupun bagi masyarakat Desa Lamajang.

Kata Kunci: desa lamajang; desa wisata; interpretasi; wisata edukasi.

Keywords : lamajang village , tourist village , interpretation , educational tour

References

Agung, A. A. G. (2015). Pengembangan model wisata edukasi-ekonomi berbasis industri kreatif berwawasan kearifan lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2).

Bella, K. O. (2016). Pengembangan pariwisata berbasis budaya berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 di Kabupaten Sleman. Jurnal Kajian Hukum, 1(2), 133–158.

Bouzekraoui, H., Barakat, A., El Youssi, M., Touhami, F., Mouaddine, A., Hafid, A., & Zwoliński, Z. (2018). Mapping geosites as gateways to the geotourism management in central High-Atlas (Morocco). Quaestiones Geographicae, 37(1), 87–102. https://doi.org/10.2478/quageo-2018-0007

Bouzekraoui, H., Barakat, A., Touhami, F., Mouaddine, A., & El Youssi, M. (2018). Inventory and assessment of geomorphosites for geotourism development: A case study of Aït Bou Oulli valley (Central High-Atlas, Morocco). Area, 50(3), 331–343. https://doi.org/10.1111/area.12380

Darsiharjo, & Galihkusumah, A. H. (2014). Analisis rantai nilai industri kreatif di Desa Wisata Jelekong Kabupaten Bandung. Jurnal Manajemen Resort & Leisure, 14(1), 35–41.

Fitriana, E. (2018). Pengembangan Taman Wisata Kum Kum sebagai wisata edukasi di Kota Palangkaraya. Jurnal Pendidikan Geografi, 23(2).

Hermawan, H., Brahmanto, E., Priyanto, R., Musafa, & Suryana. (2018). Upaya mewujudkan wisata edukasi di Kampung Tulip Bandung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 53–62.

Hose, T. A. (2012). 3G’s for modern geotourism. Geoheritage, 4(1–2), 7–24. https://doi.org/10.1007/s12371-011-0052-y

Ifa, H., Yoga, D., Puspita, L., & Mazidah, U. (2019). Analisis sosial ekonomi terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat Tengger Gunung Bromo. Majalah Pembelajaran Geografi, 2(1), 169–175.

Imran, A. N. (2012). Identifikasi kapasitas komunitas lokal dalam pemanfaatan potensi ekowisata bagi pengembangan ekowisata di Kawah Cibuni. Journal of Regional and City Planning, 23(2), 85. https://doi.org/10.5614/jpwk.2012.23.2.1

Kemenpar. (2021). Desa Lamajang sebagai desa wisata andalan nasional. Jadesta Kemenparekraf. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/17233

Melumpi, M. H. (2018). Peran duta wisata Ongga Bale Kabupaten Poso dalam memajukan edukasi pariwisata di era globalisasi. https://doi.org/10.31227/osf.io/dsbaf

Migoń, P., & Pijet-Migoń, E. (2019). Natural disasters, geotourism, and geointerpretation. Geoheritage, 11(2), 629–640. https://doi.org/10.1007/s12371-018-0316-x

Priyanto, R., Syarifuddin, D., & Martina, S. (2018). Perancangan model wisata edukasi di objek wisata Kampung Tulip. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 32–38.

Purba, N. G. M., Siswanto, A., & Teddy, L. (2020). Adaptasi Kampung Cikondang Desa Lamajang Kabupaten Bandung terhadap daerah rawan bencana tanah longsor. Prosiding AVoER XII.

Rahmawati, R., Yahiji, K., & Rusli, M. (2019). Mopo’alati tradition in the coastal Muslim community at Molotabu beach Bone Bolango District. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 4(1), 65–79. https://doi.org/10.15575/jw.v4i1.4080

Sagala, S., Rosyidie, A., Sasongko, M. A., & Syahbid, M. M. (2018). Who gets the benefits of geopark establishment? A study of Batur Geopark Area, Bali Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 158(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/158/1/012034

Wahyudi, M., & Suryawardani, B. (2019). Pengaruh produk wisata dan Integrated Marketing Communication terhadap keputusan berkunjung pada wisatawan ke Desa Lamajang Pangalengan Kab. Bandung. E-Proceeding of Applied Science.