Almatsier, S. (2011). Prinsip dasar ilmu gizi. Gramedia Pustaka Utama.
Cahya, A. (2011). Buku pedoman PJAS untuk pencapaian gizi seimbang (Pengawas dan/atau Penyuluh). Direktorat Standarisasi Produk Pangan. http://standarpangan.pom.go.id/dokumen/pedoman/Buku_Pedoman_PJAS_untuk_Pencapaian_Gizi_Seimbang__Pengawas_dan-atau_Penyuluh_.pdf
Departemen Kesehatan RI. (2002). Pedoman umum gizi seimbang. Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat.
Effendi, I. (2016). Pengaruh pemberian pre-test dan post-test terhadap hasil belajar mata diklat HDW.DEV.100.2.A pada siswa SMK Negeri 2 Lubuk Basung. [Skripsi/Laporan Penelitian, Padang].
Fitria, & Alam, T. S. (2013). Status nutrisi dan perkembangan kognitif anak usia sekolah di Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar. Idea Nursing Journal, 4(1), 35–44.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman gizi seimbang. Kemenkes RI.
Ślebioda, Z., Szponar, E., & Kowalska, A. (2014). Etiopathogenesis of recurrent aphthous stomatitis and the role of immunologic aspects: Literature review. Archivum Immunologiae et Therapiae Experimentalis, 62(3), 205–215. https://doi.org/10.1007/s00005-013-0261-y
Sudjono, A. (2001). Pengantar evaluasi pendidikan. Raja Grafindo Persada.
Susilowati, D. (2016). Promosi kesehatan (Ed. 1). Pusdik SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.