##navigation.skip##

Article

HomeVol. 22 No. 1 (2022): Jurnal AbmasPendekatan participatory rural appraisal dalam...

Pendekatan participatory rural appraisal dalam mengembangkan kemampuan literasi bagi masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang

Abstract

Artikel ini bermaksud menjelaskan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Pendekatan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal dimana pendekatan ini mengadopsi teori kritis yang dikemukakan oleh Paulo Freire. Pendekatan menekankan kepada pendekatan yang bottom-up, dimana partisipan dilihat sebagai individu yang memiliki suara dan agency sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi diri dan lingkungannya. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendekatan yang partisipatoris, keikutsertaan dan rasa memiliki warga terhadap program pengembangan literasi mengalami peningkatan. Hasil dari kegiatan ini juga menegaskan bahwa pendekatan program-program pembinaan desa hendaknya berangkat dari sebuah kesadaran bahwa masyarakat desa memiliki hak penuh untuk menentukan bentuk partisipasi penuh bagi desa mereka.

Keywords : pengabdian , participatory rural appraisal , desa , agency , literasi , pembangunan

References

Adriany, V., Yulindrasari, H., & Tesar, M. (2019). Satu desa, satu PAUD: Unpacking the meaning of children’s participation within ECE policy and provision in Indonesia. In J. Murray, B. B. Swadener, & K. Smith (Eds.), The Routledge international handbook of young children's rights. Routledge.

AhmadabadiArani, N., & Asgari, Z. (2020). Explanation of Socratic dialectic aspects and teaching method: A strategy for improving the schools' teaching-learning process. Journal of Education and Practice, 11(7), 142-149.

Anner, M., Pons-Vignon, N., & Rani, U. (2019). For a future of work with dignity: A critique of the World Bank Development Report, The Changing Nature of Work. Global Labour Journal, 10(1).

Bartlett, L. (2008). Literacy's verb: Exploring what literacy is and what literacy does. International Journal of Educational Development, 28(6), 737-753.

Batubara, H. H., & Ariani, D. N. (2018). Implementasi program gerakan literasi sekolah di sekolah dasar negeri gugus Sungai Miai Banjarmasin. JPsd (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 4(1), 15-29.

Donovan, C., & Erskine-Shaw, M. (2020). ‘Maybe I can do this. Maybe I should be here’: Evaluating an academic literacy, resilience and confidence programme. Journal of Further and Higher Education, 44(3), 326-340.

Durgunoğlu, A. Y., Öney, B., & Kuşçul, H. (2003). Development and evaluation of an adult literacy program in Turkey. International Journal of Educational Development, 23(1), 17-36.

Dyson, A. H. (2020). “This isn’t my real writing”: The fate of children’s agency in too-tight curricula. Theory Into Practice, 59(2), 119-127.

Fajriyah, L. (2018). Pengembangan literasi emergen pada anak usia dini. Proceedings of the ICECRS, 1(3).

Freire, P. (1996). Pedagogy of the oppressed. Penguin Books Ltd.

Mardliyah, S., Siahaan, H., & Budirahayu, T. (2020). Pengembangan literasi dini melalui kerjasama keluarga dan sekolah di Taman Anak Sanggar Anak Alam Yogyakarta. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2).

Menconi, M. E., Grohmann, D., & Mancinelli, C. (2017). European farmers and participatory rural appraisal: A systematic literature review on experiences to optimize rural development. Land Use Policy, 60, 1-11.

Moll, L. C., Amanti, C., Neff, D., & Gonzalez, N. (1992). Funds of knowledge for teaching: Using a qualitative approach to connect homes and classrooms. Theory Into Practice, 31(2), 132-141.

Montoya, S. (2018). Defining literacy. UNESCO Institute for Statistics.

Penn, H. (2011). Travelling policies and global buzzwords: How international non-governmental organizations and charities spread the word about early childhood in the global south. Childhood, 18(1), 94-113.

Phu, H. B. (2019). Meaningful learning and its implications for language education in Vietnam. Journal of Language and Education, 5(1), 117.

Quigley, C. F., Che, S. M., Achieng, S., & Liaram, S. (2017). “Women and the environmental are together”: Using Participatory Rural Appraisal to examine gendered tensions about the environment. Environmental Education Research, 23(6), 773-796.

Rawson, M. (2018). Learning to become a subject: A hermeneutic phenomenological study of students in a Waldorf (Steiner) school in Germany [Doctoral dissertation, University of Plymouth].

Reder, S. (2010). Adult literacy development and economic growth. National Institute for Literacy.

Rogers, A., & Street, B. V. (2012). Adult literacy and development: Stories from the field. NIACE.

Rohman, S. (2017). Membangun budaya membaca pada anak melalui program gerakan literasi sekolah. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 4(1), 151-174.

Saadati, B. A., & Sadli, M. (2019). Analisis pengembangan budaya literasi dalam meningkatkan minat membaca siswa di sekolah dasar. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 6(2), 151-164.

Suyono, S., Harsiati, T., & Wulandari, I. S. (2017). Implementasi gerakan literasi sekolah pada pembelajaran tematik di sekolah dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 26(2), 116-123.

Teguh, M. (2020). Gerakan literasi sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 1(2), 1-9.

Utami, L. D. (2021, Mei 24). Tingkat literasi Indonesia di dunia rendah, ranking 62 dari 70 negara. Kompas.com. https://perpustakaan.kemendagri.go.id/?p=4661