##navigation.skip##

Article

HomeVol. 21 No. 2 (2021): Jurnal AbmasImplementasi penyusunan bahan ajar otentik berbasis media...

Implementasi penyusunan bahan ajar otentik berbasis media sosial bagi guru bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh kurangnya sarana pembelajaran otentik untuk mata pelajaran bahasa Sunda. Jenis sarana dalam pembelajaran bahasa Sunda meliputi jenis faktual, konsep, prinsip, dan prosedur. Hingga kini terasa sulit bagi guru untuk mengimplementasikan jenis materi faktual. Adapun yang menyebabkannya adalah belum terampilnya mengolah materi pengajaran yang ada dalam KIKD Kurikulum Mulok Bahasa Sunda 2013 Revisi 2017 dengan materi jenis yang otentik dalam pembelajaran otentik. Berdasarkan hasil analisis situasi tersebut yang kemudian menjadi latar belakang dari permasalahannya, maka tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan keterampilan memilih dan menyusun bahan pembelajaran otentik bagi guru bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam PkM ini adalah hybrid learning dengan teknik penjelasan, tanya jawab, dan lokakarya. Khalayak sasarannya adalah guru yang tergabung dalam MGMP bahasa Sunda SMP dan SMA di Kabupaten Pangandaran. Khalayak sasaran yang hadir secara luring sebanyak 40 orang dan yang mengikuti secara daring sebanyak 260 orang. Lokasi tempat pelaksanaan adalah Aula Hotel Grand Mutiara Pangandaran. Materi yang disampaikan meliputi tiga topik, yaitu 1) Bahan Ajar Berbasis Media Sosial, 2) Aplikasi Digital untuk Pembelajaran Bahasa Sunda, dan 3) Evaluasi Pembelajaran Otentik. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah 1) khalayak memperoleh ilmu tentang cara mengelola pembelajaran bahasa Sunda di abad 21 dengan memanfaatkan teknologi modern; 2) khalayak memiliki keterampilan memilih dan menyusun bahan ajar otentik serta evaluasinya yang sesuai dengan KIKD, maupun kebutuhan siswa pada setiap jenjang pendidikan.

Keywords : bahan ajar , bahasa Sunda , guru , otentik

References

Achmad, S. (2019). Model pembelajaran otentik dalam mata pelajaran PAI. Journal of Research and Thought of Islamic Education, 2(2).

Haerudin, D., dkk. (2021). Pembinaan keterampilan berbahasa Sunda berbasis pendekatan pasanggiri biantara tematik aparat pemerintah Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat, 2(1).

Kadir. (2014). Penilaian otentik dalam Kurikulum 2013, penguatan dan pengembangan keilmuan penilaian otentik bagi guru SD/MI.

Lombardi, M. M. (2007). Authentic learning for the 21st century. Educause Learning, 1–12.

Pratiwi, W. A. (2016). Pengembangan LKPD IPA dengan pendekatan authentic inquiry learning pada sub materi ‘fotosintesis’ untuk meningkatkan kemampuan problem solving dan sikap ingin tahu peserta didik kelas VII SMP [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta].

Ramadhan, dkk. (2017). Penerapan strategi pembelajaran otentik untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 17 Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa, 4(1).

Riestyananda, A., dkk. (2018). Implementasi model penilaian autentik dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Surakarta tahun ajaran 2017/2018. Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran, 2(5).

Trianto. (2011). Desain pengembangan pembelajaran tematik bagi anak usia dini TK/RA & anak usia kelas awal SD/MI. Kencana.

Wibawa, & Diah. (2019). Pengaruh penggunaan model pembelajaran otentik terhadap motivasi belajar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(1).

Wormeli, R. (2006). Fair isn’t always equal: Assessing & grading in the differentiated classroom. NMSA.