##navigation.skip##

Article

HomeVol. 21 No. 1 (2021): Jurnal AbmasPemberdayaan komunitas seni melalui produksi pertunjukan...

Pemberdayaan komunitas seni melalui produksi pertunjukan berbasis kearifan lokal untuk penguatan desa wisata

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk melaporkan hasil Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka pemberdayaan komunitas seni melalui produksi karya inovasi pertunjukan seni wisata di Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Subang. Metode yang digunakan adalah participatory action research. Tahapan kegiatan adalah: 1) membuat perencanaan dan perancangan produksi karya seni wisata berbasis kearifan lokal; 2) mengimplementasikan rancangan produksi karya inovasi; 3) melakukan observasi dan refleksi. Kelompok sasarannya adalah seniman muda Subang yang tergabung dalam Komunitas LIKA 04. Hasil kegiatan PkM ini adalah karya pertunjukan berjudul "Rampak Buluh". Rampak artinya permainan secara bersama, buluh berarti bambu, dengan kata lain rampak buluh artinya memainkan alat musik bambu secara bersama. Rampak buluh disusun secara medley mulai dari helaran, rampak kohkol, perkusi jembatan, rampak toleat, ansambel angklung, dan jaipongan. Melalui kegiatan ini diharapkan komunitas seni dan masyarakat di Desa Cibuluh, Subang mendapatkan nilai tambah secara sosial, budaya, dan ekonomi.

Keywords : desa wisata , kearifan lokal , seni pertunjukan , rampak buluh , pendidikan seni

References

Alwasilah, C. A. (2011). Pokoknya action research. Kiblat.

Homan, M. (2011). Promoting community change. Brooks/Cole, Cengage Learning.

Masunah, J. (2012). Pemuliaan angklung melalui model desa binaan berbasis wisata seni dan budaya. Panggung, 22(1), 1–15.

Masunah, J., & Milyartini, R. (2016). Building entrepreneurship in performing arts industry through the incubation model. Atlantis Press.

Masunah, J., & Sunaryo, A. (2010). Pengembangan desa sehat dan sejahtera sebagai laboratorium sosial & pendidikan di Kabupaten Subang [Laporan PkM]. LPPM UPI.

Masunah, J., dkk. (2003). Angklung di Jawa Barat: Sebuah perbandingan. P4ST UPI.

Narawati, T. (2009). Seni wisata: Kemasan industri kreatif di Jawa Barat [Laporan Penelitian]. UPI.

Pamungkas, N. S. (2013). Pemberdayaan perempuan melalui kesenian karawitan di Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Diklus, 17(1), 200–209.

Picard, M. (2006). Bali: Pariwisata budaya dan budaya pariwisata. Kepustakaan Populer Gramedia.

Setyorini, H. P. D., Andari, R., & Masunah, J. (2019). Analysing factors for community participation in tourism development. THE Journal: Tourism and Hospitality Essentials Journal, 9(1), 39–44.

Soedarsono, R. M. (2002). Seni pertunjukan dalam konteks pariwisata. MSPI.

Vitriya, A., dkk. (2019). Buku pedoman desa wisata (Edisi 1). Kementerian Pariwisata.