Kastolani, W., dkk. (2019, March). Development of microbial organic waste processing model in community of Sukasari Sub-District Bandung. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 243(1), 012038. https://doi.org/10.1088/1755-1315/243/1/012038
Komarawidjaja, W., & Garno, Y. S. (2016). Peran rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides) dalam fitoremediasi pencemaran perairan sungai. Jurnal Teknologi Lingkungan, 17(1), 7–14.
Kusmaningrum, N. (2011). Peranan rumput vetiver dan bahia dalam meminimasi terjadinya erosi lereng. Pusat Litbang Jalan dan Jembatan, 11.
Natalia, M., & Hardjasaputra, H. (2010). Pengaruh akar tumbuhan (Vetiveria zizanioides) terhadap parameter geser tanah dan stabilitas lereng. Konferensi Nasional Teknik Sipil, 4, G87–G96.
Novy, A. (2019). Pengaruh rumput vetiver (Vetiveria zizanioides), rumput gajah (Pennisetum purpureum), dan rumput raja (Pennisetum purpureophoides) terhadap aliran permukaan dan erosi tanah [Doctoral dissertation, Universitas Andalas].
Pranita, E. (2020). Tanaman vetiver untuk mitigasi bencana, ini manfaatnya untuk tanah. Kompas. https://sains.kompas.com/read/2020/01/10/203000123/tanaman-vetiver-untuk-mitigasi-bencana-ini-manfaatnya-untuk-tanah
Tarigan, D. D., & Effendi, D. S. (1995). Study of vetiver farming system on erosion potential soil in Garut (West Java, Indonesia). Media Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri.