##navigation.skip##

Article

HomeVol. 19 No. 2 (2019): Jurnal AbmasUrgensi konseling keluarga untuk pembinaan perilaku asertif

Urgensi konseling keluarga untuk pembinaan perilaku asertif

Abstract

Perilaku asertif adalah kemampuan mengomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan tanpa menyalahi, menghina dan meremehkan hak-hak pribadi dan orang lain. Fokus masalah adalah pentingnya seseorang untuk memiliki perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari agar mampu berkomunikasi dengan efektif dan jelas tanpa merasa diintimidasi dan berada di bawah kekuasaan orang lain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk pembinaan perilaku asertif yang diterapkan orang tua kepada anak, bentuk komunikasi interpersonal yang diterapkan dalam keluarga untuk pembinaan perilaku asertif. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus serta teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan triangulasi dengan responden berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan penting dalam pembentukan sikap asertif pada anak dan pembinaan tersebut harus diterapkan sejak masa kanak-kanak akhir dan remaja awal. Proses pembinaan asertif yang diterapkan oleh keluarga adalah dengan membangun komunikasi secara intensif, tegas, contoh yang baik (modelling), kontrol orang tua yang persuasif, saling menghargai dan adanya dukungan dari orang tua. Bentuk komunikasi interpersonal yang membantu pembinaan asertif adalah keterbukaan dalam komunikasi antar anggota keluarga meliputi komunikasi verbal dan non-verbal, saling menghargai dan menghormati, intensitas komunikasi yang dibangun dalam keluarga serta penerapan komunikasi setara. Faktor pendidikan, contoh yang baik (modelling), pengalaman dan kecakapan orang tua berkomunikasi seperti penggunaan bahasa, gerakan dan ekspresi wajah menjadi faktor pendukung lainnya dalam pembentukan perilaku asertif pada anak.

Keywords : Konseling Keluarga , Perilaku Asertif , Komunikasi Interpersonal

References

A'yuni, Q. (2010). Perbedaan tingkat asertivitas antara siswa dengan keluarga lengkap dengan keluarga single parent [Skripsi]. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Alberti, R., & Emmons. (2002). Your perfect right: Panduan praktis hidup lebih ekspresif dan jujur. Elex Media Komputindo.

Asia, N. (2008). Hubungan antara harga diri dan asertivitas dengan perilaku prososial remaja [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Azza'balawi, S. M. (2007). Pendidikan remaja antara Islam dan ilmu jiwa. Gema Insani.

Corey, G. (2007). Teori dan praktek konseling & psikoterapi. Refika Aditama.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Erhamwilda. (2009). Konseling Islam. Graha Ilmu.

Fathoni, A. (2003). Metodologi penelitian dan teknik penyusunan skripsi. Rineka Cipta.

Fensterheim. (1995). Jangan bilang ya bila anda akan mengatakannya tidak. Gunung Jati.

Gunarsa, S. D., dkk. (2008). Konseling dan psikoterapi. Gunung Mulia.

Hall, & Lindzey. (1985). Introduction to theories of personality. John Wiley & Sons.

Handarini, H. S. (n.d.). Pengaruh komunikasi interpersonal tutor terhadap motivasi peserta didik di kelompok belajar. Regional IV.

Hartati, N., dkk. (2004). Islam dan psikologi. Raja Grafindo.

Hasnida. (2002). Family counseling. Universitas Sumatera Utara.

Luddin, A. B. M. (2010). Dasar-dasar konseling tinjauan teori dan praktik. Cita Pustaka Media.

Mappiare, A. (2006). Kamus istilah konseling & psikoterapi. Raja Grafindo Persada.

Martono, L. H. (2008). Belajar hidup bertanggung jawab, menangkal narkoba dan kekerasan. Balai Pustaka.

Musfir. (2005). Konseling terapi. Gema Insani Press.

Musnamar, T., dkk. (1992). Dasar-dasar konseptual bimbingan & konseling Islami. UII Press.

Mustaqim, A. (2005). Menjadi orang tua bijak solusi kreatif menangani pelbagai masalah pada anak. Mizan Pustaka.

Najati, M. U. (2000). Psikologi dalam tinjauan hadits Nabi SAW. Mustaqiim.

Nazir, M. (2005). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.

Novianti, & Tjalla. (2008). Perilaku asertif pada remaja awal [Tesis]. Universitas Gunadarma.

Poerwadarminta. (2006). Kamus umum bahasa Indonesia edisi ketiga. Balai Pustaka.

Prayitno, & Amti, E. (2004). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.

Retnaningsih. (2007). Perilaku asertif dan harga diri pada karyawan. Jurnal Psikologi, 1(1).

Rosita, R. (2011). Hubungan antara perilaku asertif dengan kepercayaan diri mahasiswa [Skripsi]. Universitas Gunadarma.

Satiadarma, M. P. (2001). Persepsi orang tua membentuk perilaku anak, dampak pygmalion di dalam keluarga. Pustaka Populer Obor.

Save, M. D. (2002). Psikologi keluarga. Rineka Cipta.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suprajitno. (2004). Asuhan keperawatan keluarga aplikasi dalam praktik. EGC.

Surya, M. (2003). Psikologi konseling. Pustaka Bani Quraisy.

Suryabrata, S. (2007). Psikologi kepribadian. Raja Grafindo.

Suwaid, M. (2006). Mendidik anak bersama Nabi SAW. Pustaka Arafah.

Willis, S. (2008). Konseling keluarga (family counseling). Alfabeta.

Yusuf, S., & Nurihsan, J. (2006). Landasan bimbingan & konseling. Remaja Rosdakarya.