##navigation.skip##

Article

HomeVol. 18 No. 1 (2018): Jurnal AbmasMengembangkan wirausahawan muda yang kreatif dan terdidik...

Mengembangkan wirausahawan muda yang kreatif dan terdidik formal melalui program inkubator bisnis UPI

Abstract

Kemajuan suatu negara sering diukur dari kemajuan perekonomiannya. Salah satu indikatornya, menurut McClelland, minimal 2% penduduknya adalah entrepreneur. Saat ini, Indonesia baru berada pada angka di bawah 1%, yang didominasi lulusan SD. Untuk bisa berkontribusi pada neraca perdagangan internasional sebagai sumber devisa, maka tuntutan para entrepreneur yang terdidik formal menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk itulah peran Perguruan Tinggi (PT) termasuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dituntut untuk dapat melahirkan para wirausahawan yang terdidik formal. Seiring dengan itu, keluarnya Kepres No. 27/2013 tentang Inkubator Wirausaha telah memperkokoh upaya-upaya ke arah penciptaan wirausahawan muda melalui program inkubasi. Oleh karena itu, melalui program ini diharapkan terlahir wirausahawan yang kreatif dan terdidik formal sehingga dapat bersaing dalam tataran global pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan menjadi "soft skill" bagi lulusan UPI dengan kompetensi utama di bidang pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian, angka pengangguran terdidik di negara ini akan berkurang, karena mereka memiliki kemampuan sebagai pencipta lapangan kerja, bukan semata pencari kerja. Dengan demikian, penerima manfaat langsung dari program ini adalah para mahasiswa UPI baik yang berkompetensi Pendidikan maupun Non Kependidikan.

Keywords : Wirausaha , Entrepreneur , Terdidik Formal

References

Alvin, Y. S., & Suwarsono. (2000). Perubahan sosial dan pembangunan. LP3S.

Aziz, E. A. (2012). Buku panduan P3K2 WPT.

Berita UPI. (2015). Talkshow kewirausahaan IKM/UKM Indonesia: Persiapan menuju MEA 2015.

GTZ. (1990a). Competency-based economies through formation of entrepreneur (Vol. I). Ministry for Economic Cooperation, BMZ Republic of Germany.

GTZ. (1990b). Competency-based economies through formation of entrepreneur (Vol. II). Ministry for Economic Cooperation, BMZ Republic of Germany.

Penganggur terdidik meningkat, seharusnya mahasiswa bisa jadi technopreneur. (2010, 6 Maret). Pikiran Rakyat.

Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha.

UKM Indonesia tidak takut hadapi MEA. (2015, 18 Desember). Pikiran Rakyat.

Unesco-WTA Korea. (2013). International training workshop on science park and technology business incubator: Science and technology parks in the creative economy.

Unesco-WTA Korea. (2014). International training workshop on science park and technology business incubator: Universities and development of science city/science parks.

Unesco-WTA Korea. (2015). International training workshop, establishing the regional innovation platform based on STP. Unesco-WA Cooperative Project.

Unesco-WTA Korea. (2016). International training workshop, joint growth of science & technology park with regional high education institute. Unesco-WA Cooperative Project.

UPI mencetak calon enterpreuner. (2010, 31 Januari). Kompas.