##navigation.skip##

Article

HomeVol. 17 No. 1 (2017): Jurnal AbmasPemanfaatan limbah kotoran sapi menggunakan reaktor...

Pemanfaatan limbah kotoran sapi menggunakan reaktor terintegrasi alat pemurnian Biogas Sistem Absorbsi-katalitik (SAKTI) di Kampung Cileuweung Kota Cimahi

Abstract

Telah dilakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membentuk desa binaan sehat mandiri energi dan pertanian hijau berbasis pada pengolahan limbah ternak sapi. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penerapan teknologi dan pelatihan pemanfaatan limbah ternak sapi, menjadi biogas berkualitas tinggi dilengkapi dengan penggunaan alat pemurni biogas (SAKTI). Tahapan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah peternakan, dilanjutkan dengan pembuatan sistem produksi dan pemurnian biogas, diakhiri dengan penguatan kemampuan dalam pemeliharaan sistem yang telah dibuat. Dalam kegiatan ini, telah dihasilkan perangkat biodigester penghasil biogas skala rumah tangga dengan kapasitas 600 m3 yang terintegrasi dengan alat reduksi gas CO2 dan H2S. Hasil analisa kualitatif biogas menunjukkan telah berkurangnya kadar gas CO2 dan H2S dengan volume maksimum dihasilkan pada hari ke 21. Antusiasme peternak sebagai sasaran kegiatan menunjukkan tingkat cukup tinggi dan diharapkan terbentuknya peternak yang berwawasan luas yang dapat melakukan proses reduksi total limbah menjadi produk yang bermanfaat secara berkesinambungan.

Keywords : Biogas , alat pemurni

References

Abdulkareem, A. S. (2003). Refining biogas produced from biomass: An alternative to cooking gas. http://www.ima-eu.org/en/usestext.htm

Bedall, S. A., Hammond, C. A., Kirby, L. H., & Oostwouder, S. P. (1996). H2S abatement in geothermal power plants. The Geothermal Resources Council.

Biogas as vehicle fuel, a trend setter report. (2009). http://www.novem.n1/

Biogas/biofertilizer business handbook. (1985). Peace Corps.

Donald, L., & Wise, C. (1981). Analysis of systems for purification of fuel gas. Fuel gas production from biomass (Vol. 2). CRC Press Inc.

Dubey, A. K. (2000). Wet scrubbing for carbon dioxide removal from biogas. Central Institute of Agricultural Engineering.

Eyn, E., & Fileti, A. M. F. (2009). Influence of measurement uncertainties on absorption coloumns control. http://www.actapress.com

Glaub, J. C., & Digz, L. F. (1981). Biogas purification processes. Biogas and alcohol fuels production (Vol. II). Biocycle Journal of Waste Recycling.

Kishore, V. V. N., & Srinivas, S. N. (2003). Biofuels of India. Journal of Scientific & Industrial Research, 62, 106–123.

Kusrijadi, A., Triyono, B., & Riswanda. (2009). Proses brazing Cu-Ag berbahan bakar biogas termurnikan. Jurnal Pengajaran MIPA, 14(2).

Mittal, K. M. (1996). Biogas systems-principal and applications. New Age International Private Limited Publications.

Nagl, G. J. (1996). Controlling H2S emissions in geothermal power plants. GRC Bulletin, 233–235.

Nonhebel, G. (1964). Gas purification processes. George Newness Ltd.

Ofori, & Kwofie. (2009). Water scrubbing: A better option for purification and biogas storage. Journal World Applied Science, 122–125.

Stewart, D. J. (1981). Anaerobic digestion in New Zealand. Invermay Agriculture Research Centre.

Watanabe, T., Kato, K., Matsumoto, N., & Maeda, T. (2006). Development of a precise method for the quantitative analysis of hydrocarbons using post-column reaction capillary gas chromatography. Chromatography, 27(2).

Wellinger, A., & Lindeberg, A. (1999). Biogas upgrading and utilization. http://www.novaenergie.ch/ieabioenergy-task37/documente/biogas.actf