##navigation.skip##

Article

HomeVol. 16 No. 1 (2016): Jurnal AbmasPengembangan desa binaan melalui pendekatan ekologi...

Pengembangan desa binaan melalui pendekatan ekologi budaya pada tradisi ruwatan lembur dan pengembangan ekosentrisme pada Posdaya "Alifa" di Desa Cikidang Lembang

Abstract

Kearifan Lokal Ruwatan Lembur Kampung Cikareumbi Desa Sadang. Ruwatan lembur merupakan suatu tradisi ritual masyarakat RW 03 Kampung Cikareumbi untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa atas berlimpahnya sumber air untuk kehidupan masyarakat. Pada tradisi ruwatan lembur sumber air sebagai kearifan lokal masyarakat yang menjadi objek yang disyukurinya. Tradisi ruwatan lembur terdiri dari serangkaian acara yaitu ngaruwat, ngarawat, ngalengitkeun raruwet, di mana setiap acara memiliki makna tersendiri. Acara ruwatan lembur itu sendiri terdiri dari ngarawat, panumbalan dan perang tomat. Dari setiap rangkaian acaranya pun menjunjung tinggi makna Sapitong (Sauyunan, Sapikiran, dan Gotong Royong) menjadi landasan masyarakat Cikareumbi dalam mengadakan acara ruwatan lembur. Dalam acara ruwatan lembur pun setiap lapisan masyarakat turut berpartisipasi sehingga peran untuk mengupayakan pewarisan ruwatan lembur pun dapat terlaksana secara tidak langsung.

Keywords : tradisi , ruwatan lembur , sapitong

References

Noviani, S. H. (2009). Suatu kajian tentang pelaksanaan upacara adat sakral nyangku pada masyarakat Panjalu [Karya Ilmiah].

Prasetyo, U., & Sarwoprasodjo, S. (2011). Komodifikasi upacara tradisional seren taun dalam pembentukan identitas komunitas. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia, 5 (2), 173–196.

Soekanto, S. (2009). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.

Sumaatmadja, N. (1996). Manusia dalam konteks sosial, budaya dan lingkungan hidup. Alfabeta.

Wiriaatmadja, S. (1972). Pokok-pokok sosiologi pedesaan. CV. Yasaguna.

Zulfa, & Kaksim. (2014). Sistem pola pewarisan tradisi malamang di Kota Padang. Jurnal Kajian Budaya, 10 (20), 57–72.