##navigation.skip##

Article

HomeVol. 26 No. 1 (2026): Jurnal AbmasCommunity empowerment for Sentani language preservation...

Community empowerment for Sentani language preservation and cultural strengthening in Papua

Abstract

The decline in local language use and in children's awareness of local culture pose challenges for non-formal education. This community service activity aims to strengthen preservation of the Sentani language and promote local culture through contextual, participatory learning. The program was implemented at the Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rotehbu, Sentani, Papua, involving faculty members, students from the Early Childhood Education Program, and learners through a Participatory Action Research (PAR) approach that emphasizes a collaborative cycle of action, observation, and reflection. The activity was designed to integrate Sentani language learning and local cultural practices by preparing papeda as an experiential, context-based learning medium. The results showed increased participants' engagement in using the Sentani language, strengthened understanding of local culture, and growing awareness and pride in cultural identity. Furthermore, this activity strengthened the partnership between academics and the community and provided students with a culturally-based learning experience within the context of community service. These findings confirm that integrating local languages, cultural practices, and non-formal education within the PAR framework is an effective strategy for supporting community empowerment and sustainable cultural preservation.

 

Abstrak

Penurunan penggunaan bahasa daerah dan melemahnya pengenalan budaya lokal pada anak usia sekolah menjadi tantangan dalam pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelestarian bahasa Sentani dan penguatan budaya lokal melalui pembelajaran kontekstual dan partisipatif. Program dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rotehbu, Sentani, Papua, dengan melibatkan dosen, mahasiswa Program Studi PKAUD, serta murid melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan siklus aksi, observasi, dan refleksi secara kolaboratif. Kegiatan dirancang dengan mengintegrasikan pembelajaran bahasa Sentani dan praktik budaya lokal melalui pengolahan papeda sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif peserta dalam penggunaan bahasa Sentani, penguatan pemahaman budaya lokal, serta tumbuhnya kesadaran dan kebanggaan terhadap identitas budaya. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kemitraan antara akademisi dan komunitas serta memberikan pengalaman pembelajaran berbasis budaya bagi mahasiswa dalam konteks pengabdian masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi bahasa daerah, praktik budaya, dan pendidikan nonformal dalam kerangka PAR merupakan strategi efektif dalam mendukung pemberdayaan komunitas dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Kata Kunci: bahasa Sentani; budaya lokal; pelestarian bahasa daerah; pendidikan nonformal; pengabdian masyarakat

Keywords : community service , non-formal education , preservation of mother tongue , local culture , Sentani language

References

Assabani, M., Yuniarsa, R., Harun, A., Nur’ani, F., Efendi, M., Fajryani, D., ... & Hidayati, L. (2025). Penguatan budaya literasi anak melalui participatory action research: Program cerdas mengulas buku, membaca nyaring, dan menulis cerita di Dusun Puyahan, Lombok Barat. Jurnal Wicara Desa, 3(6), 1135-1141.

Banggu, M., Kalagison, M. D., Lestari, A., Basri, L., & Refra, M. S. (2023). Peningkatan ketahanan pangan masyarakat melalui pelatihan pembuatan kembang goyang berbahan dasar sagu di Kampung Baingkete. Abdimas: Papua Journal of Community Service, 5(2), 52-57.

Bruckner, H. K. (2024). Digesting ourselves and others through a critical pedagogy of food and race. Journal of Geography in Higher Education, 48(3), 468-490.

Dani, A. (2025). Bahasa sebagai media pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di era globalisasi. Journal of Language Studies, 1(2), 72-79.

De Costa, P. I. (2021). Indigenous language revitalization: how education can help reclaim “sleeping” languages. Journal of Language, Identity & Education, 20(5), 355-361.

Diu, A. R. D., Rahmat, A., & Duludu, U. A. T. A. (2022). Pelestarian bahasa daerah Gorontalo dalam aktivitas belajar anak usia dini di Desa Lemito Utara Kecamatan Lemito. Student Journal of Community Education, 1(2), 51-60.

Firgiawan, W., Cokrowibowo, S., Natsir, N., Sulfayanti, S., & Nur, N. (2025). Pelatihan pembuatan komik digital sebagai sarana pelestarian bahasa daerah. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 93-105.

Garcia, T. (2025). Culturally responsive language pedagogy: integrating indigenous languages into modern educational frameworks. Modern American Journal of Linguistics, Education, and Pedagogy, 1(1), 14-20.

Hasan, N. F., Mulyadi, A. A. S., Aisyah, A., Oktavian, I. M., Handayani, R., Taplo, N., & Putra, S. P. (2024). Digital literacy training based on local wisdom through a digital dictionary of Papuan Regional languages to preserve Sentani language in Waibu District, Papua. Dinamisia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(2), 410-420.

Hasbullah, H., Hidayat, F., & Nasrul, W. (2024). Ekstraksi dan pemanfaatan sagu (Metroxilon sagu). Strofor Journal, 8(1), 259-269.

Jama, K. B., Balukh, J. I., Tan, T. L., Fernandez, S., Olin, H., Ngandung, G., & Belladona, R. (2025). Pelatihan dokumentasi dan penulisan teks bahasa daerah: upaya pelestarian bahasa daerah terancam punah. Berbakti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 1-10.

Jimenez, V., Aguirre, M. J., & Dariotis, J. K. (2025). Using photovoice to engage preschool classrooms in community-based participatory research: insights from a collaborative pedagogical partnership. Journal of Participatory Research Methods, 6(4), 1-30.

Keahey, J. (2021). Sustainable development and participatory action research: a systematic review. Systemic Practice and Action Research, 34(3), 291-306.

Kelana, A. H., Weipsa, S., Awom, T. E. S., Soll, Y., Irawan, S., Mambrasar, A. P. R., Kopeuw, S. G. P., & Menanti, H. F. (2026). Etnosains: pendampingan pengenalan konsep sains melalui budaya Papua (pinang, sagu, papeda, noken, tifa, dan musamus) di sekolah dasar. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 455-470.

Lisdawati, L. N., Baharman, Suriadi, Fitriansal, & Gaffar, M. S. (2025). Upaya pelestarian bahasa daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu. Jurnal Abdimas Indonesia, 5(2), 234-240.

Najamudin, F., & Al Fajar, A. H. (2024). Pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal melalui pendekatan ABCD untuk mencapai SDG 1: tanpa kemiskinan. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 142-158.

Ohee, H. L., & Tokoro, Y. (2022). Pembelajaran lingkungan bagi siswa rumah baca Onomi Niphi, Kampung Yoboy, Kabupaten Jayapura, Papua. Sarwahita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 19(1), 157-170.

Ohee, H. L., Zebua, L. I., Tokoro, Y., & Lincani, I. C. (2023). Peningkatan kepedulian kebersihan lingkungan di kampung wisata Yoboi Kabupaten Jayapura, Papua. Bakti Hayati: Jurnal Pengabdian Indonesia, 2(1), 30-37.

Poli, A. I., Sokoy, F., Kadir, A., Ali, A., & Suhun, M. (2025). Pendidikan berbasis budaya lokal: pemetaan kurikulum di sekolah dasar melalui kolaborasi guru dan komunitas adat. Abdimas Universal, 7(2), 429-436.

Putri, A., & Suroto, H. (2023). Jejak budaya sagu dan tradisi pengelolaan hutan sagu di kawasan Danau Sentani, Papua. Naditira Widya, 17(1), 1-16.

Putri, N. A. (2025). Peran bahasa daerah dalam pelestarian warisan budaya nusantara. Journal of Language Studies, 1(2), 65-71.

Rohana, R., Mukhlis, M., & Jamaluddin, J. (2024). Analisis kebijakan merdeka belajar episode ke-17: revitalisasi bahasa daerah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(2), 1134-1143.

Rumonin, S. S., Tutuarima, F., & Patmawati, S. A. (2025). Pelestarian bahasa daerah sebagai penguatan civic culture pada masyarakat Negeri Keffing Kabupaten Seram Bagian Timur. Ar-Rumman: Journal of Education and Learning Evaluation, 2(1), 65-72.

Sahidin, L. O., Ibrahim, I., Syukur, L. O., Yunus, Y., Saidiman, S., Zulzaman, L. O. A., Syah, W., & Firmansah, M. (2024). Pelestarian bahasa daerah berbasis literasi digital bagi masyarakat desa. Amal Ilmiah : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 116-124.

Salehuddin, O, S., Agustang, A., & Maswati, R. (2023). Inklusi pendidikan dan dinamika kebudayaan lokal di Papua. Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(2), 1413-1424.

Samsinas, S., & Haekal, A. (2024). Metode participatory action research dalam pemberdayaan pengrajin batik berbasis budaya lokal. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 4(2), 214-226.

Samsu, S., Kustati, M., Perrodin, D. D., Ritonga, M., Kosim, M., Rusmini, R., & Suwendi, S. (2021). Community empowerment in leading pesantren: a research of Nyai’s leadership. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 10(4), 1237-1244.

Shrestha, S., & Dangal, M. R. (2024). Bridging the gap between community schools and rural communities in nepal using participatory action research. Australian and International Journal of Rural Education, 34(2), 54-70.

Sormin, S. A., Supriatna, N., Sundawa, D., & Harahap, D. G. S. (2024). Tradisi pangan lokal Suku Malind Papua dalam menumbuhkan kesadaran sejarah melalui pembelajaran kreatif. Sasangga: Journal of Education and Learning, 2(1), 1-7.

Tana, M. F. A., Windewani, B. L., Tekege, M., Tebai, M., & Boari, Y. (2023). Potensi sagu sebagai sumber daya multifungsi di Papua pada aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan. Journal of International Multidisciplinary Research, 1(2), 500-507.

Tawasako, K., Ramadani, A., Nurtilawati, N., Nurwahida, N., Jannah, M., Herlina, H., & Hariana, K. (2022). Melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya dalam pendidikan sekolah dasar. Jurnal Dikdas, 12(2), 69-80.

Tingginehe, R. M., & Pariaribo, K. (2025). Peningkatan nilai tambah ulat sagu dan mujair asap melalui inovasi pengolahan higienis dan pemberdayaan masyarakat di Kampung Yoboi, Papua. Jurnal Pade: Pengabdian & Edukasi, 7(2), 138-145.

Triandana, A., Ernanda, E., Putra, Y. M., Fitriah, S., & Kartika Putri, A. (2023). Strategi pemertahanan bahasa daerah sebagai bentuk pelestarian bahasa pada generasi muda di kalangan mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Jambi: Indonesia. Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah, 2(1), 53-62.

Wanggai, L. L., Hamadi, H. Y., & Yaroseray, M. M. (2026). Internalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran muatan lokal SMA di Kota Jayapura. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10(1), 32-38.

Winandar, A. K., Winantu, Lae, O. L., Antoh, M., & Sari, N. P. (2023). Model pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal dalam pendidikan anak usia dini di Papua. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(4), 627-637.

Yektiningtyas, W., Mantiri, G. J. M., & Mokay, M. M. (2021). Pembelajaran bahasa Sentani menggunakan folklor bagi anak-anak di Kampung Yoboi Sentani Tengah, Kabupaten Jayapura. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat 2021 (SNPPM-2021), 1(1), 68-78.

Yulianti, S., Handayani, R., & Ferdinandus, P. (2021). Membangunkan bahasa yang sedang tidur: revitalisasi bahasa Adangdi Alor. Jurnal Lingko: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan, 3(1), 91-106.