##navigation.skip##

Article

HomeVol. 11 No. 2 (2011): Jurnal AbmasPelatihan orientasi masa depan untuk meningkatkan...

Pelatihan orientasi masa depan untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam menyusun orientasi masa depan bidang pekerjaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para siswa kelas XII dalam menyusun orientasi masa depan bidang pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperimental mengingat dalam penelitian ini hanya ada satu kelompok tanpa ada kelompok control dan sampel dipilih secara random. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest and posttest design (Graziano & Raulin, 2000). Kegiatan perancangan pelatihan disusun dengan mengacu pada data yang diperoleh dari hasil analisa kebutuhan. Pelatihan disusun melalui pendekatan experiential learning, yaitu suatu rangkaian kegiatan pelatihan dengan satu atau lebih tujuan pembelajaran yang memerlukan keterlibatan aktif dari peserta pelatihan (Walter & Marks, 1981). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelatihan orientasi masa depan bidang pekerjaan ini secara signifikan berperan terhadap peningkatan kemampuan menyusun orientasi masa depan peserta pelatihan.

Keywords : experiential learning , orientasi masa depan , pelatihan , pre-experimental design

References

Ancok, D. (2002). Outbound manajemen training. UII Press.

Anita, E., & Woolfolk. (1998). Educational psychology. Allyn and Bacon.

Azwar, S. (1998). Tes prestasi: Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar (Edisi II). Pustaka Pelajar Offset.

Azwar, S. (2002). Penyusunan skala psikologi. Pustaka Pelajar Offset.

Bloom, & Krathwohl. (1956). Taxonomy of educational objectives, handbook I: Cognitive domain. David Mckay Comp, Inc.

Bramley, P. (1996). Evaluating training effectiveness. McGraw-Hill Publishing Company.

Broadwell, M. M. (1987). Writing training materials. Dalam R. Craig (Ed.), Training and developmental handbook: A guide to human resources development. McGraw-Hill Book Company.

Brookfield, S. D., & Preskill, S. (1999). Discussion as a way of teaching. John Wiley & Sons, Inc.

Burns, R. B. (1993). Konsep diri: Teori, pengukuran, perkembangan dan perilaku (Eddy, Terj.). Arcan.

Campbell, D., & Stanley, J. (1972). Experimental and quasi-experimental designs for research. Houghton Mifflin Company.

Christensen, L. (1988). Experimental methodology. Allyn and Bacon, Inc.

Covey, S. (2001). The 7 habits of highly effective teens (Terjemahan). Binarupa Aksara.

Deswita. (2007). Psikologi perkembangan. Rosda Karya.

Dillard, J. M. (1985). Life long career planning. Bell & Howell Company.

Graziano, & Raulin. (2000). Research methods (4th ed.). Allyn & Bacon.

Hurlock, E. B. (1981). Developmental psychology: A life-span approach. Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd.

Keating, D. P. (1990). Adolescent thinking. Dalam S. S. Feldman & G. R. Elliot (Eds.), At the threshold: The developing adolescent. Harvard University Press.

Kustara, A. H. (2008, Maret). Memilih mimpi lewat bakat & minat dalam sekolah tepat pekerjaan didapat. Intisari, (536), 14–23.

Lawson, K. (2006). The trainer's handbook (2nd ed.). Pfeiffer.

Lengkong, P., & Nugroho, B. D. (2008). Koleksi games seru. Percetakan Galangpress.

Lerner, R., & Hultsch, D. (1983). Human development: A life-span perspective. McGraw-Hill, Inc.

Lunandi. (1982). Pendidikan orang dewasa: Sebuah uraian praktis untuk pembimbing, penatar, pelatih dan penyuluh lapangan. PT Gramedia.

Maslihah, S. (2009). Pelatihan orientasi karir dalam meningkatkan pengetahuan orientasi karir remaja [Tesis, Universitas Padjadjaran].

Muhammad, S. (2008, Maret). Kami bantu Anda membuat jembatan dalam sekolah tepat pekerjaan didapat. Intisari, (536), 14–23.

Neil, J. (2004). Experiential learning cycles: Overview of 9 experiential learning models. http://wilderdom.com/experiential.htm

Nurmi, J. E. (1989). Adolescent's orientation to the future: Development of interest and plans, and related attributions and effects in the life span context. Finnish Society of Science.

Nurmi, J. E. (1991). The development of future orientation in life span context. Finnish Society of Science.

Nurmi, J. E., dkk. (2003). Age difference in adolescent future-oriented goals, concerns, and related temporal extension in different sociocultural contexts. Journal of Youth and Adolescence, 23(4).

Qadir, A. (2005). Layanan dan bimbingan konseling. Penerbit Pustaka Bath Quraisy.

Santrock, J. W. (1996). Adolescence (7th ed.). McGraw Hill Companies, Inc.

Sarwono, S. W. (2006). Psikologi remaja. PT RajaGrafindo Persada.

Savickas. (2001). A development perspective on vocational behavior: Career patterns, salience, and themes. International Journal for Educational and Vocational Guidance, 1.

Sulhi, M. (2008, Maret). Kami bantu Anda membuat jembatan. Intisari, (536), 14–23.

Walter, G. A., & Marks, S. E. (1981). Experiential learning and change: Theory, design, and practice. John Wiley & Sons, Inc.

Wibowo, B. S. (2007). Pribadi sukses: 12 langkah kunci menuju kesuksesan. Penerbit TRUSCO.