##navigation.skip##

Article

HomeVol. 11 No. 2 (2011): Jurnal AbmasSosialisasi dan pelatihan pemanfaatan biogas skala rumah...

Sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan biogas skala rumah tangga sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan di Kampung Parabon Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung

Abstract

Salah satu permasalahan nasional yang kita hadapi dan harus dicarikan jalan keluarnya pada saat ini adalah masalah energi, baik untuk keperluan rumah tangga, maupun untuk industri dan transportasi. Sejalan dengan hal itu pemerintah juga terus mendorong upaya-upaya untuk penggunaan sumber energi alternatif lainnya yang dianggap layak dilihat dari segi teknis, ekonomi, maupun lingkungan. Dalam rangka pemenuhan keperluan energi rumah tangga khususnya di perdesaan, dipandang perlu adanya upaya sistematis dan berkelanjutan untuk menerapkan berbagai alternatif energi yang layak bagi masyarakat. Sekaitan dengan hal tersebut, salah satu upaya terobosan yang dilakukan adalah melaksanakan program sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan biogas skala rumah tangga sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan di Kampung Parabon Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Pelaksanaan program sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan biogas skala rumah tangga juga terkait dengan upaya-upaya pengembangan agribisnis dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kampung Parabon memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai sentra pengembangan biogas, sebab ketersediaan bahan kotoran ternak sapi yang memadai. Kotoran ternak sapi selama ini memang telah dimanfaatkan penduduk, tetapi hanya sebatas untuk pupuk organik dan media peternakan cacing tanah.

Keywords : biogas , energi alternatif , Kampung Parabon , kotoran ternak , ramah lingkungan

References

Aguilar, F. X. (2001, 5–23 Maret). How to install a polyethylene biogas plant [Presentasi kertas kerja]. Proceeding of the IBS net Electronic Seminar, The Royal Agricultural College, Cirencester, UK. http://www.ias.unu.edu/proceeding/icibs/ibs/ibsnet/e-seminar

Anonim. (1981). Biogas fertilizer system (Technical Report). United Nations Environment Programme.

Ginting, E. H. (2006). Perancangan fasilitas biogas kandang terpencar kelompok ternak tani Pandan Mulyo Dukuh Ngentak [Skripsi, Universitas Gadjah Mada].

Hambali, E., dkk. (2007). Teknologi bioenergi. Agro Media.

Hamni, A. (2008). Rancang bangun dan analisa tekno ekonomi alat biogas dari kotoran ternak skala rumah tangga [Karya ilmiah, Universitas Lampung].

Kamase. (2008, 3 November). Cara mudah membuat digester biogas. http://kamase.org/2008/11/03

Muhammad, J. (1995). Teknik membuat dan memanfaatkan unit gas bio. Universitas Brawijaya.

Rahman, B. (2005). Biogas sumber energi alternatif. Kompas. http://www.energi.lipi.go.id

Reven, R. P. J. M., & Gregersen, K. H. (2005). Biogas plant in Denmark: Successes and setbacks. Renewable and Sustainable Energy Reviews. http://www.fao.org/WAICENT/FAOINFO/AGRCULT/AGAJFRG

Sasse-Borda, L. (1988). Biogas plant manual book. Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ).

Setiawan, A. I. (1996). Memanfaatkan kotoran ternak. Penebar Swadaya.

Suyati, F. (2006). Perancangan awal instalasi biogas pada kandang terpencar kelompok ternak tani mukti andhini dukuh butuh prambanan untuk skala rumah tangga [Skripsi, Universitas Gadjah Mada].

Yunus, M. (1987). Teknik membuat dan memanfaatkan unit gas bio. Gadjah Mada University Press.