##navigation.skip##

Article

HomeVol. 11 No. 2 (2011): Jurnal AbmasPelatihan senam tari bagi guru taman kanak-kanak di...

Pelatihan senam tari bagi guru taman kanak-kanak di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung

Abstract

Pendidikan seni, yakni seni tari, musik, rupa, dan drama di sekolah taman kanak-kanak merupakan bagian dari proses pembentukan individu yang utuh sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Perlu dicermati bahwa, tujuan pendidikan seni di sekolah umum khususnya TK bukan untuk membentuk siswa yang terampil menari, bermain musik atau dengan kata lain bukan untuk jadi seniman, melainkan membentuk pribadi yang apresiatif dan kreatif melalui pengalaman berolah seni. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran seni sebenarnya dapat membentuk pola pikir anak didik melalui penanaman pemahaman, menumbuhkan cita rasa yang indah dan sensitifitas, dengan harapan di masa yang akan datang dapat terbentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, kreatif, apresiatif, peka, dan mempunyai rasa keindahan sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidikan seni, seyogyanya didasari oleh pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor melalui kegiatan dengan mengembangkan pemahaman, pengetahuan, penerapan keterampilan bergerak, bermain musik, berolah rupa dan peran, serta pengetahuan lainnya secara luas. Hal tersebut diperlukan karena pendidikan seni merupakan bagian dari kebutuhan integratif anak di usia dini sebagai awal untuk jembatan membentuk kepribadiannya di masa dewasa nanti. Ekspresi seni tari dapat diwujudkan dalam bentuk-bentuk karya seni tari yang luas, salah satunya adalah senam tari. Senam tari yang dimaksud adalah bagaimana memadukan antara unsur senam dan tari. Senam bertujuan untuk kebugaran tubuh, sedangkan tari merupakan ekspresi tubuh melalui gerak yang ritmis dan indah. Sehingga senam tari merupakan penggabungan antara bentuk-bentuk gerak yang memiliki tujuan untuk kebugaran namun gerakan yang diekspresikan berbasis pada gerak-gerak tari yang estetis. Kegiatan Pelatihan Senam tari ini diharapkan dapat berkontribusi tidak hanya terhadap pengembangan materi ajar, namun juga kemampuan guru TK dalam hal berkreasi seni khususnya seni tari yang dapat berpengaruh positif terhadap berkembangnya keterampilan guru dalam mengemas bahan ajar yang berbasis pada seni tari dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa Taman Kanak-Kanak.

Keywords : berolah seni , guru TK , pendidikan seni , senam tari , Taman Kanak-kanak

References

Conant, H. (1969). Art education. The Center for Applied Research in Education, Inc.

Deporter, B. (2003). Quantum teaching. Kaifa.

Dewey, J. (2004). Experience and education/Pendidikan berbasis pengalaman. Teraju.

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika sebuah pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).

Flaming, A. (1976). Children's dance. AAHPER Publication.

Joyce, B., dkk. (2000). Models of teaching. Allyn & Bacon.

Joyce, M. (1973). First step in teaching creative dance. National Press Book.

Komalasari, H. (1998). Aplikasi tari pendidikan sebagai upaya pembinaan kreativitas siswa kelas 2 SD Negeri VIII Kecamatan Cicalengka Kab DT II Bandung [Skripsi]. Universitas Pendidikan Indonesia.

Poole, M. (1980). Creativity: A cross curriculum. George Allen & Unwin Australia Pty. Ltd.

Rooyackers, P. (2002). 101 more dance games. Hunter House Inc., Publisher.

Semiawan, C. (1990). Pengembangan bakat dan kreativitas siswa sekolah menengah pertama. Gramedia.

Sheppard, P. (2007). Music makes your child smarter. Gramedia.

Suharto, B. (T.t.). Komposisi tari. Ekalasti.