##navigation.skip##

Article

HomeVol. 11 No. 2 (2011): Jurnal AbmasPeningkatan kemampuan mengajar guru-guru SD melalui...

Peningkatan kemampuan mengajar guru-guru SD melalui Lesson Study

Abstract

Lesson study adalah program peningkatan kualitas pembelajaran yang berhasil dilakukan di Jepang. Prinsip utama lesson study adalah peningkatan kualitas pembelajaran secara bertahap dengan cara belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam lesson study bukan hanya guru yang melaksanakan pembelajaran yang dapat memetik manfaat, namun terlebih lagi para observer (guru lain/mitra, mahasiswa, dosen dan pihak-pihak lain) yang hadir pada saat pembelajaran. Dengan mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan seorang guru, observer didorong untuk merefleksikan pembelajaran yang dilaksanakannya dan bagaimana meningkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, lesson study sesungguhnya merupakan forum belajar bersama untuk saling belajar dari pengalaman guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Piloting kegiatan lesson study ini dilakukan di empat sekolah, yaitu SD Laboratorium UPI Kampus Bumi Siliwangi, SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru, SD Islam Terpadu Al Amanah Lembang, dan SD Negeri Isola 2 Bandung. Banyak peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan lesson study ini adalah 31 orang, yaitu masing-masing 6 guru dari setiap sekolah, 3 kepala sekolah, dan 4 dosen dari UPI. Karena terbatasnya waktu, dalam kegiatan lesson study ini hanya dilakukan empat kali open lesson, atau satu kali open lesson di setiap sekolah yang berpartisipasi. Beberapa fase kegiatan yang dilakukan dalam lesson study, seperti perencanaan dan persiapan pembelajaran (plan), implementasi pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk open lesson (do), dan refleksi pembelajaran (see) adalah merupakan rangkaian kegiatan yang biasa dilakukan oleh seorang guru namun harus dilakukan secara kolaboratif dalam tim. Dari kegiatan lesson study ini ditunjukkan bahwa kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berproses menjadi lebih baik sesuai dengan tuntutan kurikulum. Walaupun keberhasilan dari kegiatan ini belum diukur berdasarkan tes hasil belajar siswa, berdasarkan hasil observasi dan refleksi pembelajaran, secara proses kualitas kegiatan pembelajaran lebih baik dari kegiatan-kegiatan sebelum kegiatan ini dilakukan. Dengan demikian, asumsi yang bisa dirumuskan adalah bahwa hasil pembelajaran yang lebih baik akan diperoleh dari kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Keberhasilan dari lesson study bukanlah prestasi seseorang dalam waktu sesaat, namun merupakan pencapaian hasil dari suatu proses kolaborasi banyak pihak terutama antar sesama guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang memiliki kepentingan yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, yang dilakukan secara berkesinambungan. Kesungguhan tekad, keterbukaan, dan kebersamaan semua pihak yang berkolaborasi inilah yang akan menentukan kegiatan lesson study. Dengan demikian pihak yang harus bekerjasama dengan sungguh-sungguh yang dapat menentukan keberhasilan lesson study diantaranya adalah guru, kepala sekolah, pengawas, dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), komite sekolah, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), dan dinas terkait.

Keywords : kolaborasi , kualitas pembelajaran , Lesson Study , Open Lesson , profesionalisme guru

References

Davis, K. S. (2003). "Change is hard": What science is telling us about reform and teacher learning of innovative practices. Science Education, 87(1), 3–30.

Fraenkel, J. R., & Wallen, N. E. (1990). How to design and evaluate research in education. McGraw-Hill.

Hinduan, A. A. (2005, 23 Juli). Meningkatkan profesionalisme guru IPA di sekolah [Makalah]. Seminar Nasional Pendidikan IPA II, Bandung, Indonesia.

Mellado, V. (1998). The classroom practice of preservice teachers and their conception of teaching and learning. Science Education, 82(2), 197–214.

Oser, F., & Patry, J. L. (1990). Choreographien unterrichtlichen lernens: Basismodelle des unterrichts [Choreographies of teaching and learning: Basic models of teaching]. Paedagogisches Institut der Universitaet Freiburg.

Rustaman, N., Widodo, A., Anggraeni, S., & Junaengsih, N. (2005). Evaluasi pelaksanaan kegiatan piloting biologi [Naskah tidak diterbitkan]. FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia.

Saito, E. (2004). Indonesian lesson study in practice: Case study of IMSTEP [Presentasi makalah]. Workshop Guru Matematika dan Sains, Bandung, Indonesia.

Stigler, J. W., & Hiebert, J. (1999). The teaching gap: Best ideas from the world’s teachers for improving education in the classroom. Free Press.

Widodo, A., Sumiati, Y., & Stiawati, C. (2006). Peningkatan kemampuan murid SD untuk mengajukan pertanyaan produktif. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. (In press).