##navigation.skip##

Article

HomeVol. 11 No. 2 (2011): Jurnal AbmasPenyuluhan tentang pembelajaran aktivitas ritmik...

Penyuluhan tentang pembelajaran aktivitas ritmik terstruktur bebas pada guru-guru pendidikan jasmani Sekolah Dasar se Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang

Abstract

Kegiatan penyuluhan Pembelajaran Aktivitas Ritmik Terstruktur Bebas ini, dilaksanakan atas kerja sama antara Forum Kerja Guru Penjas Kecamatan Ganeas dengan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, pada saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPI kampus Sumedang di kecamatan Ganeas. Berdasarkan analisis awal ditemukan banyak para guru kesulitan dalam pembelajaran aktivitas ritmik, bahkan diantara para guru banyak yang menganulir materi ini atau tidak mengajarkannya kepada para siswa. Melalui diskusi lanjutan ditemukan bahwa para guru kurang mampu mengembangkan model-model pembelajaran yang mampu mengembangkan seluruh domain yang diharapkan. Salah satu model yang mampu mengembangkan seluruh domain ini adalah model pembelajaran yang bervariatif, selanjutnya dikembangkan model yang bervariatif ini melalui pendekatan Formal-Informal dengan model Mace and Benn. Program kegiatan meliputi, penjelasan konsep dasar penjas dan pendekatan pembelajaran, dilanjutkan dengan penjelasan tentang model pembelajaran aktivitas ritmik dan diakhiri dengan praktik pembelajaran dengan menggunakan model Mace and Benn.

Keywords : aktivitas ritmik , Ganeas , guru pendidikan jasmani , model Mace and Benn , penyuluhan

References

Anonymous. (2008). Tangga nada diatonik. Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Tangga_Nada_diatonik

Aristo, R. (2003). Media pembelajaran. Depdiknas.

Desmita. (2005). Psikologi perkembangan. Remaja Rosdakarya.

Dewan Pendidikan Nasional. (2002). Kurikulum berbasis kompetensi: Rumpun pelajaran pendidikan jasmani. Balitbang Depdiknas.

Dewan Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum 2004: Standar kompetensi mata pelajaran pendidikan jasmani. Depdiknas.

Dewan Pendidikan Nasional. (2004). Standar kompetensi guru sekolah dasar. Depdiknas.

Jamalus, & Busro, H. (1992). Pendidikan kesenian I (musik). Depdikbud.

Lutan, R. (1997). Integrasi teori kurikulum dan teori pengajaran: Inovasi kearah pembelajaran pendidikan jasmani bersuasana ke-SD-an. Mimbar Pendidikan, 28, 96–113.

Lutan, R. (1997). Hakekat dan karakteristik penjaskes. Depdikbud.

Lutan, R. (2001). Mengajar pendidikan jasmani (pendekatan pendidikan gerak di sekolah dasar). Depdiknas.

Mulyasa, E. (2004). Kurikulum berbasis kompetensi: Konsep, karakteristik dan implementasi. Remaja Rosdakarya.

Mutohir, T. C., & Lutan, R. (1997). Pendidikan jasmani dan kesehatan. Depdikbud.

Rahadi, A. (2003). Media pembelajaran. Depdiknas.

Rasyidin, W., dkk. (2006). Filsafat pendidikan. UPI Press.

Remi, M. (1995). Model pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah dasar. Depdikbud.

Saprina, R. (1999). Pendidikan seni musik. Depdikbud.

Seaton, D. C., et al. (1983). Physical education handbook. Prentice Inc.

Semiawan, C. R. (1991). Hakekat pendidikan di sekolah dasar. Depdikbud.

Suherman, A. (1998). Revitalisasi keterlantaran pengajaran dalam pendidikan jasmani. IKIP Bandung Press.

Sukarma, T. (2001). Senam ritmik: Bentuk-bentuk tugas ajar & pembelajaran. Depdiknas.

Supartono. (2000). Media pembelajaran. Depdiknas.

Sutoto, dkk. (1993). Pendidikan permainan anak dan aktivitas ritmik. Depdikbud.

Syaripudin, A. (1997). Azas dan falsafah penjaskes. Depdikbud.