##navigation.skip##

Article

HomeVol. 11 No. 1 (2011): Jurnal AbmasManajemen pendidikan karakter bangsa berbudaya Pancasila...

Manajemen pendidikan karakter bangsa berbudaya Pancasila jenjang Lansia

Abstract

Dalam mendefinisikan manusia lanjut usia Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) melihatnya dari tiga aspek, yaitu dampak biologi, aspek ekonomi dan aspek sosial. Secara biologis penduduk lanjut usia ditandai dengan menurunnya daya tahan fisik, biasanya dialami oleh penduduk yang berusia 56 tahun keatas. Penduduk berusia 56 tahun tersebut pun diharapkan mampu mendorong proses pembangunan karakter bangsa melalui pengabdian menyumbangkan nilai-nilai kejuangan dan pengalamannya. Semangat jiwa nasionalisme, semangat kemampuan daya saing dan kualitas SDM, serta semangat sikap kedisiplinan yang tinggi dari para orang lanjut usia dapat diwariskan kepada generasi manusia penerus bangsa. Agar para lansia tetap dapat berperan dalam kehidupan perlu dipikirkan tentang pendidikannya. Konsep transformasi budaya dan pendidikan sepanjang hayat perlu direnungkan kembali, jangan sampai usia lanjut dijadikan alasan untuk berhenti menuntut ilmu. Melalui pendidikan holistik, yaitu mengintegrasikan perkembangan karakter kedalam setiap aspek kehidupan, diharapkan nilai-nilai dapat benar-benar tertanam sampai usia lanjut. Nilai-nilai tersebut adalah nilai karakter bangsa berbudaya Pancasila, seperti iman yang membawa damai dalam pergaulan manusia yang dapat dilihat dalam segi; kebersihan, kesehatan, menghargai orang lain baik kepada yang muda maupun sesama lansia, dan kejujuran.

Keywords : lansia , nasionalisme , Pancasila , pendidikan holistik , pendidikan sepanjang hayat

References

Agustian, A. G. (2007). Membangun sumber daya manusia dengan kesinergian antara kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual [Pidato Ilmiah]. Penganugerahan Gelar Kehormatan Doctor Honoris Causa di Bidang Pendidikan Karakter, UNY, Yogyakarta.

Asosiasi Sarjana dan Dosen Pendidikan Umum dan Nilai. (2010). Pendidikan karakter. Bandung.

Azra, A. (2006). Agama, budaya, dan pendidikan karakter bangsa.

Buchori, M. (2007). Pendidikan karakter dan kepemimpinan kita. Tempo Interaktif. http://www.tempointeraktif.com

Dewantara, K. H. (n.d.). Dalam A. Marlis, Manfaat karakteristik pendidikan bagi guru untuk membangun peradaban bangsa. http://alenmarlissmpnlgresik.wordpress.com/2010/10/03/manfaat-karakteristik-pendidikan-bagi-guru-untuk-mebangunperadaban-bangsa/

Djamarah, S. B. (2008). Psikologi belajar. Rineka Cipta.

Elkind, D. H., & Sweet, F. (2004, September/Oktober). How to do character education. Artikel.

Goleman, D. (n.d.). Dampak pendidikan karakter terhadap akademi anak. Pondok Ibu. http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/dampak-pendidikan-karakter-terhadap-akademi-anak/

Hidayatullah, M. F. (2010). Guru sejati: Membangun insan berkarakter kuat & cerdas. Yuma Pustaka.

Husaini, A. (2010). Perlukah pendidikan berkarakter. INSIST. http://insistnet.com/index.php?option=com_content&view=article&id=133

Kemendiknas. (2010). Pembinaan pendidikan karakter di sekolah menengah pertama. Departemen Pendidikan Nasional.

Koesoema A., D. (2007). Pendidikan karakter. Grasindo.

Lickona, T., dkk. (2007). Dalam A. Marlis, Manfaat karakteristik pendidikan bagi guru untuk membangun peradaban bangsa. http://alenmarlissmpnlgresik.wordpress.com/2010/10/03/manfaat-karakteristik-pendidikan-bagi-guru-untuk-mebangunperadaban-bangsa/

Marlis, A. (2010, 3 Oktober). Manfaat pendidikan karakter bagi guru untuk membangun peradaban bangsa. http://alenmarlissmpnlgresik.wordpress.com/2010/10/03/manfaat-karakteristik-pendidikan-bagi-guru-untuk-mebangunperadaban-bangsa/

Megawangi, R. (2007). Semua berakar pada karakter. FE-UI.

Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2002). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gadjah Mada University Press.

Sagala, S. (2009). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.

Suryadi, D. (n.d.). Guru sebagai motivator siswa. Sobry Center. http://www.sobrycenter.com

Suyanto, & Hisyam. (2000). Pendidikan di Indonesia memasuki millennium III: Refleksi dan reformasi. Adicita Karya Nusa.

Tirtahardja, U., & Sulo, L. L. (2005). Pengantar pendidikan. Rineka Cipta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Widyatama.

Yusuf, S. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. PT Remaja Rosdakarya.

Zins, J. E., dkk. (2001). Emotional intelligence and school success. Pondok Ibu. http://pondokibu.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/dampak-pendidikan-karakter-terhadap-akademi-anak/