##navigation.skip##

Article

HomeVol. 10 No. 1 (2010): Jurnal AbmasVisual thinking dalam memaksimalkan pembelajaran...

Visual thinking dalam memaksimalkan pembelajaran matematika siswa dapat membangun karakter bangsa

Abstract

Kemampuan untuk memecahkan masalah adalah jantung matematika, visualisasi merupakan inti pemecahan masalah matematika. Visualisasi adalah kemampuan untuk melihat dan memahami situasi masalah. Pada dasarnya siswa sangat membutuhkan pembelajaran yang menarik, inovatif, dan menyenangkan. Guru dapat berimprovisasi. Kesulitan yang dialami siswa dalam belajar matematika dan rendahnya hasil yang diperoleh dapat disebabkan karena metode pembelajaran tidak sesuai dengan materi ajar dan kemampuan peserta didik. Pembelajaran yang memaksimalkan pemikiran siswa dapat membangun karakter positif.

Keywords : karakter bangsa , pembelajaran matematika , pemecahan masalah , visual thinking , visualisasi

References

Abdurrahman, M. (1999). Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar. Rineka Cipta.

Arcavi, A. (2003). The role of visual representations in the learning of mathematics. Educational Studies in Mathematics, 52, 215–241.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum 2004 mata pelajaran matematika SMA. Depdiknas.

Dindyal, J. (2007). The need for inclusive framework for student thinking in school geometry. Journal TIME, 4(1), 80–85.

Fathurrohman, P., & Sutikno, M. S. (2007). Strategi belajar mengajar melalui penanaman konsep umum dan konsep Islami. Refika Aditama.

Hadis, A. (2000). Permainan sebagai teknik bimbingan sosial bagi siswa sekolah luar biasa. Jurnal Ilmu Pendidikan UNIMED.

Hasibuan. (2008). Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat di kelas VII SMP Negeri 3 Padang Bolak [Skripsi]. Universitas Negeri Medan.

Hudojo, H. (1988). Mengajar belajar matematika. Depdikbud Dirjen Dikti.

Mansur, M., dkk. (1987). Dasar-dasar interaksi belajar mengajar bahasa Indonesia. Jemmars.

MKPBM. (2001). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. JICA UPI Bandung.

Neisher, P. (1989). Microwords in mathematical education: A pedagogical realism. In L. B. Resnick (Ed.), Knowing, learning, and instruction (pp. 187–215). Lawrence Erlbaum.

Nurhadi, dkk. (2004). Pembelajaran kontekstual dan penerapannya dalam KBK. Universitas Negeri Malang.

Rohani, A. (2004). Pengelolaan pengajaran (Edisi Revisi). Rineka Cipta.

Ruseffendi, H. E. T. (2006). Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan CBSA. Tarsito.

Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Slavin, R. E. (1995). Educational psychology: Theory and practice (4th ed.). Allyn and Bacon Publishers.

Sobel, M. A., & Maletsky, E. M. (2003). Mengajar matematika. Erlangga.

Soedjadi, R. (2000). Kiat pendidikan matematika di Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Subrata, H. (2010). Pendidikan berbasis karakter. http://mbahbrata.edublogspot.com/2010/02/pendidikan-berbasis-karakter.html

Sudjana, N., & Rivai, A. (1989). Teknologi pengajaran. Sinar Baru.

Suherman, E., dkk. (2003). Strategi pembelajaran matematika kontemporer (Edisi Revisi). FPMIPA UPI Bandung.

Surbakti, H. Y. (2008). Penerapan metode permainan dalam pembelajaran pembagian pada siswa kelas III SD N No. 101739 Mencirim Kecamatan Sunggal TA. 2008/2009 [Skripsi]. Universitas Negeri Medan.

Surya, E. (2010, Oktober 9). Upaya pembelajaran matematika yang membangun karakter bangsa [Makalah]. Seminar Nasional Matematika, Universitas Islam Nusantara Bandung.

Sutan, F. (2003). Mahir matematika melalui permainan. Puspa Swara.

Zuhrinurwati. (2005). Strategi pembelajaran metode perumusan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika siswa kelas IX MTS Negeri Pekan Baru [Skripsi]. Universitas Riau.